Rabu, 30 November 2011

Aturan-aturan dalam membuat Blog

    a. Konsistensi
    Konsistensi dilakukan pada urutan tindakan, perintah, dan istilah yang digunakan pada prompt, menu, serta layar bantuan.
    b. Memungkinkan pengguna untuk menggunakan shortcut
    Ada kebutuhan dari pengguna yang sudah ahli untuk meningkatkan kecepatan interaksi, sehingga diperlukan singkatan, tombol fungsi, perintah tersembunyi, dan fasilitas makro.
    c. Memberikan umpan balik yang informatif
    Untuk setiap tindakan operator, sebaiknya disertakan suatu sistem umpan balik. Untuk tindakan yang sering dilakukan dan tidak terlalu penting, dapat diberikan umpan balik yang sederhana. Tetapi ketika tindakan merupakan hal yang penting, maka umpan balik sebaiknya lebih substansial. Misalnya muncul suatu suara ketika salah menekan tombol pada waktu input data atau muncul pesan kesalahannya.
    d. Merancang dialog untuk menghasilkan suatu penutupan
    Urutan tindakan sebaiknya diorganisir dalam suatu kelompok dengan bagian awal, tengah, dan akhir. Umpan balik yang informatif akan meberikan indikasi bahwa cara yang dilakukan sudah benar dan dapat mempersiapkan kelompok tindakan berikutnya.
    e. Memberikan penanganan kesalahan yang sederhana
    Sedapat mungkin sistem dirancang sehingga pengguna tidak dapat melakukan kesalahan fatal. Jika kesalahan terjadi, sistem dapat mendeteksi kesalahan dengan cepat dan memberikan mekanisme yang sedehana dan mudah dipahami untuk penanganan kesalahan.
    f. Mudah kembali ke tindakan sebelumnya
    Hal ini dapat mengurangi kekuatiran pengguna karena pengguna mengetahui kesalahan yang dilakukan dapat dibatalkan; sehingga pengguna tidak takut untuk mengekplorasi pilihan-pilihan lain yang belum biasa digunakan.
    g. Mendukung tempat pengendali internal (internal locus of control)
    Pengguna ingin menjadi pengontrol sistem dan sistem akan merespon tindakan yang dilakukan pengguna daripada pengguna merasa bahwa sistem mengontrol pengguna. Sebaiknya sistem dirancang sedemikan rupa sehingga pengguna menjadi inisiator daripada responden.
    h. Mengurangi beban ingatan jangka pendek
    Keterbatasan ingatan manusia membutuhkan tampilan yang sederhana atau banyak tampilan halaman yang sebaiknya disatukan, serta diberikan cukup waktu pelatihan untuk kode, mnemonic, dan urutan tindakan.

Jumat, 18 November 2011

Mengenal lebih dekat Black-core

بسم الله الر حمن الر حيم

Assalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh...

BLACK=CORE merupakan arti dari (Lubang Hitam). Web ini disajikan bagi para pecinta IT dan khususnya bagi para peretas.
IT Training – Software – Hardware – Technical Support – Networking – Server System

Dengan bekal pengetahuan semasa belajar di SMKN 3 PALU yang fokus di bidang Software, semoga Black-core bisa melayani Anda dan memberikan kepuasan dalam kebutuhan IT yang semakin maju.

Wa 'alaikumussalam Warahmatullahi Wabarakatuh...

Terima kasih kepada semua temanku (My best friend Angky, Amin, Fajar) semasa aku masih sekolah di SMKN 3 PALU.....

Mengatasi masalah booting Linux Slackware 13.1 di Netbook HP Mini


Meskipun Slackware 13.1 telah berhasil terinstall di Netbook HP Mini 110, namun tetap saja ada masalah. Setelah muncul b43-pci-bridge 0000:01:00.0 PCI INT A -> GSI 16 (level, low) -> IRQ 16 atau sesuai dengan temuan Anda, maka komputer tidak akan boot lagi alias freeze atau hang. Meskipun telah dicoba dimatikan dan dihidupkan Wireless adapternya... Masalah ini hanya akan terjadi jika Anda menggunakan Laptop atau Netbook yang didalamnya sudah terpasang Wi-Fi internal berchipset Broadcom dengan PCI ID 14e4:4315 dan Chip BCM4312. Untuk mengetahui PCI ID dari Broadcom, gunakan perintah berikut:
lspci -vnn | grep 14e4
Sebenarnya masalah ini bukan hanya terjadi pada distro Linux Slackware, tapi juga mereka yang mencoba menginstall driver dari wireless.kernel.org secara manual. Ada juga beberapa distro yang sudah menyertakan driver tersebut sehingga mengalami hal yang serupa.

Untuk mengatasi masalah ini, supaya Slackware atau Linux dapat digunakan kembali secara normal meski tanpa Wi-Fi, lakukan langkah berikut:
  1. Booting menggunakan CD Slackware atau menggunakan USB Boot... (Baca: membuat USB Boot)
  2. Booting seperti ketika akan menginstall Slackware... Setelah selesai booting tekan enter, login sebagai root kemudian lakukan perintah berikut:
mkdir slack
mount /dev/sdaX /slack
rm -rf /slack/lib/modules/2.6.33.4-smp/kernel/drivers/net/wireless/b43legacy
rm -rf /slack/lib/modules/2.6.33.4-smp/kernel/drivers/net/wireless/b43
rm -rf /slack/lib/modules/2.6.33.4-smp/kernel/drivers/ssb
reboot
Keterangan:
Ganti /dev/sdaX, dimana X=1,2,3,4,5. Untuk mengetahui dimana Linux (X) terinstall, gunakan perintah cfdisk. Contoh: jika Linux terinstall di /dev/sda3, maka gunakan perintah mount /dev/sda3 /slack

Setelah Slackware dapat berjalan, gunakan Ndiswrapper untuk menginstall driver Broadcom atau langsung mendownload driver broadcom disini. Tapi sayangnya Wi-Fi Anda tidak dapat digunakan untuk Hacking Wi-Fi disebabkan ndiswrapper atau driver resmi dari broadcom tidak support untuk itu (injection dan monitor)
(From Sohibuna)....

 
Design by Adnan Themes | Bloggerized by Adnan Lutfi - Premium Blogger Themes | Best Themes